austin-ramsey-9X3DmoEM64k-unsplash
Tesla dihadapkan dengan gugatan berkelompok oleh sekitar 6.000 pekerja pabrik berkulit hitam yang mengatakan bahwa perusahaan mobil listrik itu gagal mengatasi diskriminasi dan diskriminasi rasial yang merajalela di salah satu pabriknya. Seorang hakim di California mengizinkan gugatan itu untuk diajukkan.

Tesla, raksasa mobil listrik, menghadapi tantangan hukum yang signifikan karena hampir sekitar 6.000 pekerja kulit hitam telah mendapat lampu hijau untuk menggugat perusahaan tersebut secara berkelompok, atas dugaan diskriminasi dan pelecehan rasial di pabrik mereka yang berlokasi di Fremont, California. Gugatan yang pertama kali diajukan pada tahun 2017 oleh mantan pekerja pabrik mobil Marcus Vaughn ini menuduh bahwa Tesla gagal dalam mengatasi perilaku rasis yang merajalela di pabrik tersebut, termasuk penggunaan hinaan rasial, grafiti, dan tali untuk menggantung diri di tempat kerja.

Hakim Pengadilan Tinggi California, Noel Wise, mengeluarkan keputusan sementara pada hari Rabu, yang menyatakan bahwa gugatan tersebut menimbulkan pertanyaan umum bagi semua pekerja kulit hitam di pabrik Fremont, termasuk apakah Tesla mengetahui dugaan pelanggaran tersebut dan menolak untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya. Keputusan tersebut merupakan kekalahan serius bagi Tesla, karena akan membuka peluang bagi perusahaannya untuk menghadapi tuntutan bernilai jutaan dolar.

Lawrence Organ, seorang pengacara untuk Vaughn, mengatakan dalam sebuah email bahwa ia “tersentuh” oleh keputusan tersebut dan berharap bisa segera menyusun rencana untuk persidangan dalam kasus ini. “Saya pikir banyaknya pengaduan yang masuk menunjukkan bagaimana Tesla sudah gagal dalam mencegah pelecehan rasial terhadap karyawan kulit hitam,” tambahnya.

Tesla telah menyatakan bahwa mereka tidak pernah mentolerir pelecehan di tempat kerja dan telah memecat karyawan yang terbukti melakukan pelecehan yang bersifat rasial. Namun, perusahaan ini belum menanggapi permintaan komentar atas keputusan terbaru tersebut.

Kelompok dalam gugatan ini mencakup orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang kulit hitam dan bekerja di pabrik Fremont sejak November 2016. Hakim Wise telah menjadwalkan sidang pada hari Jumat, di mana Tesla dapat menentang keputusan tersebut. Namun, pengadilan biasanya tidak akan berubah pikiran.

Gugatan ini bukanlah satu-satunya tantangan hukum yang dihadapi Tesla terkait diskriminasi rasial. Perusahaan ini juga menghadapi klaim serupa di pengadilan federal di California yang diajukan oleh Equal Employment Opportunity Commission (Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja) AS, yang memberlakukan undang-undang anti-diskriminasi federal. Tesla telah mengajukan penolakan atas tuntutan tersebut atau menangguhkannya, dengan alasan bahwa tuntutan hukum lainnya harus diselesaikan terlebih dahulu.

Selain itu, Tesla juga sedang mengajukan banding atas putusan juri senilai $3,2 juta yang diberikan kepada mantan operator lift berkulit hitam di pabrik Fremont dalam gugatan pelecehan rasial yang terpisah. Pekerja tersebut, Owen Diaz, telah memenangkan putusan juri senilai $137 juta setelah persidangan awal tahun 2021, tetapi hakim memerintahkan persidangan kedua setelah memutuskan bahwa putusan tersebut berlebihan.

Keputusan terbaru ini merupakan pukulan telak bagi reputasi Tesla sebagai perusahaan yang membanggakan dirinya sebagai pemimpin dalam inovasi dan kemajuan. Tuduhan diskriminasi dan pelecehan rasial ini sangat serius dan dapat berdampak jangka panjang terhadap merek dan keuntungan perusahaan. Seiring dengan berjalannya kasus ini, akan menarik untuk melihat bagaimana Tesla menanggapi tuduhan tersebut dan apakah mereka akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah yang diangkat dalam gugatan tersebut. [Reuters]

Tinggalkan Komentar Anda

Copyright © All rights reserved. | ChromeNews by AF themes.

Eksplorasi konten lain dari Technix.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca