
Google baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengintegrasikan AI generatif ke dalam Google Maps untuk membantu pengguna menemukan tempat-tempat menarik, seperti restoran atau tujuan belanja. Fitur ini akan menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk menganalisis data Maps tentang 250 juta tempat dan wawasan tepercaya dari komunitasnya yang terdiri dari 300 juta kontributor. Integrasi ini merupakan perkembangan alamiah bagi Google yang terus mentransformasi Google Maps menjadi alat pencarian untuk menemukan tempat-tempat baru.
Fitur yang didukung oleh AI ini pertama kali akan tersedia di Amerika Serikat, tanpa tanggal pasti untuk negara lain. Google memulai dari yang kecil dengan integrasi pertama ini, bekerja sama dengan komunitas kontributor Local Guides untuk memastikan bahwa AI generatif digunakan dengan baik. Pada awalnya, hanya para kontributor ini yang akan memiliki akses ke fitur AI generatif di Google Maps, dan pengguna lain akan mendapatkan akses di kemudian hari.
Local Guides, sebuah komunitas penjelajah global yang telah berkontribusi di Google Maps sejak tahun 2019, menulis ulasan, berbagi foto, menjawab pertanyaan, menambah atau mengedit tempat, dan memeriksa fakta di platform. Integrasi AI generatif di Google Maps diharapkan dapat memberikan lebih banyak respons percakapan bergaya chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan hanya daftar tempat berdasarkan jaraknya. [The Verge]





