juliana-malta-Uy0Bq8vYjk4-unsplash
Google memperkenalkan program eksklusif bagi penerbit independen, memberikan akses beta ke platform kecerdasan buatan generatif yang belum dirilis. Meskipun menjanjikan peningkatan produktivitas dan kualitas konten, muncul kekhawatiran tentang dampaknya terhadap profesi jurnalistik dan penulisan

Dilaporkan oleh Adweek, Google bulan lalu meluncurkan sebuah program eksklusif bagi sejumlah penerbit independen, dimana mererka akan diberikan akses beta kepada platform AI generatif yang belum dirilis. Program ini dirancang untuk memberikan akses kepada organisasi berita dalam menghasilkan konten secara otomatis. Cara kerjanya, alat ini akan mengumpulkan laporan dan tulisan dari press release pemerintah dan tulisan dari penerbit lainnya, lalu merangkumkan kontennya sebelum akhirnya diterbitkan lagi dibawah nama penerbit yang menggunakan alat ini.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, penerbit diharuskan untuk menggunakan alat AI ini untuk menerbitkan konten tiga kali sehari, selama 12 bulan. Sebagai imbalannya, penerbit akan menerima pembayaran bulanan yang cukup besar serta sarana untuk menghasilkan konten relevan bagi pembaca mereka tanpa biaya tambahan.

Perubahan Landscape Jurnalisme dan Tulisan

Meskipun program ini menawarkan peluang baru bagi penerbit untuk meningkatkan produktivitas dan jumlah konten yang dihasilkan, ada keprihatinan yang muncul terkait dengan dampaknya pada profesi jurnalis dan penulis. Dengan adanya platform kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan konten secara otomatis, beberapa pihak khawatir bahwa pekerjaan jurnalis dan penulis manusia akan tergeser atau bahkan terancam. Merespon terhadap kekhawatiran ini, juru bicara Google membantah bahwa alat ini kedepannya akan menggantikan jurnalis.

“Spekulasi mengenai alat ini digunakan untuk menerbitkan ulang karya media lain adalah tidak akurat. Alat eksperimental ini dirancang secara bertanggung jawab untuk membantu penerbit kecil dan lokal dalam memproduksi jurnalisme berkualitas tinggi dengan menggunakan konten faktual dari sumber data publik-seperti badan publik atau dinas kesehatan. Alat-alat ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak bisa, menggantikan peran penting yang dimiliki jurnalis dalam melaporkan, membuat, dan memeriksa fakta dari artikel-artikel mereka.”, begitu kata Google seperti dilaporkan oleh Adweek dalam artikelnya.

Bagian Dari Google News Initiative

Eksistensi dari alat AI yang belum dirilis ini sebenarnya bukanlah sebuah kejutan, karena sebelumnya Google, sebagai bagian dari program bernama Google News Initiative, sudah meluncurkan alat-alat yang diperkuat oleh AI, sejak 2018. Yang mana salah satu dari bagian program ini adalah alat bernama Genesis, yang dirumorkan bisa menghasilkan artikel baru secara lengkap tanpa ada intervensi atau campur tangan manusia.

Anyway, apabila anda tertarik untuk membaca lebih lanjut detail dari program eksklusif dari Google ini, anda bisa membaca laporan lengkap dari adweek di link ini.

Tinggalkan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari Technix.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca