Nvidia-GPU-1
Nvidia berencana membangun unit bisnis baru untuk mendesain chip khusus bagi perusahaan-perusahaan cloud computing dan lainnya, termasuk prosesor AI yang canggih. Saham Nvidia melonjak setelah pengumuman ini.

Nvidia, perusahaan raksasa chip kecerdasan buatan (AI), berencana membangun unit bisnis baru yang fokus pada mendesain chip khusus bagi perusahaan-perusahaan cloud computing dan lainnya, termasuk prosesor AI yang canggih. Hal ini diungkapkan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Selasa (9/2/2024).

“Kami akan membuat chip khusus untuk siapa pun yang membutuhkannya,” kata Huang. “Kami memiliki teknologi terbaik di dunia, dan kami ingin membagikannya dengan semua orang.”

Menurut laporan Reuters, pasar chip AI khusus diperkirakan mencapai $30 miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 45%. Beberapa perusahaan besar yang menjadi pelanggan Nvidia, seperti OpenAI, Microsoft, Alphabet, dan Meta Platforms, telah menggunakan chip AI Nvidia untuk menjalankan aplikasi dan layanan berbasis AI, seperti pengenalan wajah, penerjemahan bahasa, dan game online.

Nvidia adalah perancang dan pemasok chip AI global yang dominan, yang menguasai sekitar 80% pasar chip AI kelas atas. Produk chip AI Nvidia, seperti H100 dan A100, dijual dengan harga mulai dari $10.000 hingga $200.000 per unit, tergantung pada spesifikasi dan fiturnya.

Namun, Nvidia juga menghadapi tantangan dari persaingan dan keterbatasan pasokan. Beberapa perusahaan, seperti Amazon.com, Meta, Microsoft, dan Google, mulai mengembangkan chip AI sendiri untuk kebutuhan spesifik, seperti mengurangi biaya, meningkatkan kinerja, atau menambahkan fungsi baru. Selain itu, permintaan tinggi dari China, yang merupakan pasar terbesar untuk chip AI, juga menimbulkan risiko bagi Nvidia, karena AS dapat memberlakukan pembatasan ekspor terhadap teknologi sensitif.

Nvidia melaporkan pendapatan sebesar $7,1 miliar untuk kuartal keempat tahun fiskal 2024, naik 61% dari tahun sebelumnya, dan laba bersih sebesar $2,3 miliar, naik 53%. Perusahaan ini juga memperkirakan pendapatan sebesar $6,9 miliar untuk kuartal pertama tahun fiskal 2025, melebihi ekspektasi analis.

Selain itu, Nvidia mengumumkan akan membeli kembali saham senilai $25 miliar, sebagai bagian dari program pengembalian modal kepada pemegang saham. Pengumuman ini membuat saham Nvidia melonjak 8% setelah jam perdagangan, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Saham Nvidia juga menarik saham perusahaan teknologi besar dan terkait AI lainnya, seperti Microsoft, Meta, dan Palantir Technologies, yang naik masing-masing 2%, 3%, dan 5%. [Reuters]

Tinggalkan Komentar Anda

Copyright © All rights reserved. | ChromeNews by AF themes.

Eksplorasi konten lain dari Technix.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca